Monday, October 8, 2012

Penghapusan hukuman mati dalam hukum Perancis

Sejak tahun 1981, Perancis terus bertekad tanpa kenal lelah untuk menghapus hukuman mati di muka bumi.
Konstitusi Perancis yang menyatakan bahwa tak seorang pun dapat dijatuhi hukuman mati. Hukum Perancis juga melarang pengiriman siapa pun ke suatu negara yang mungkin akan menjatuhinya dengan hukuman mati.
Didorong oleh komitmen pribadi dan pidato Menteri Hukum Perancis pada saat itu, Bapak Robert Badinter, pada Sidang Nasional Perancis, UU tanggal 9 Oktober 1981 menghapus hukuman mati di Perancis. Undang-undang tersebut semakin memantapkan perlawanan Perancis terhadap hukuman mati yang dimulai sejak lama, demi menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.
Sebagai konsekuensinya, Perancis telah menandatangani atau meratifikasi semua komitmen internasional yang terkait dengan penghapusan hukuman mati, baik dalam lingkup Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun di lingkungan Dewan Eropa.
·         Robert Badinter merupakan seorang tokoh pejuang HAM yang meiliki keturunan Rusia dan lahir pada tahun 1928, kemudian pada tahun 1986-1995 ia menjadi Mahkamah Konstitusi (Conceil Constitutionnel)
Penghapusan hukuman mati:
1. Assemblee Nationale (DPR) > 18 September 1981
      Pro: 369, Kontra: 113, Abstain: 5
2.  Senat > 30 September 1981
Pro: 161, Kontra: 126, Abstain: 1
Kemudian tepat pada tanggal 10 Oktober 1981 Aborisi UU hukuman mati secara resmi dihapuskan.
Pada masa krisis di Perancis yaitu pada Perang Dunia ke-2, yang layak menjalani hukuman mati yaitu seorang penghianat negara, seperti membantu Hitler.




Berikut beberapa kasus Pro & Kontra antara penjatuhan hukuman mati menurut mahasiswa kelas Kapita Selekta kelas D
Pro
Kontra
Pemerkosaan
Melanggar HAM
Bom
Salah tangkap
Balas dendam
Memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri
Korupsi
Menurut agama; Hanya Tuhan yang boleh mengambil hidup manusia
Narkotika
Hubungan dengan menderitanya keluarga yang ditinggalkan
Menurut agama: Mata ganti mata, gigi ganti gigi.

Pembunuhan


Diposting oleh: Cindy Novia Wijaya

No comments:

Post a Comment